Senin, 11 Februari 2013

mengenal batu permata

  mengenal batu permata

 

Batu Ruby (Mirah)


Bila berbicara tentang batu mulia yang bernama Ruby, imajinasi kita serasa terbang ke negeri 1001 malam. Terbayang sesosok gagah didampangi permaisuri yang cantik, anggun, tinggi semampai, lengkap dengan mahkota dan jubah bertatahkan batu Ruby berwarna merah. Tidak hanya berhenti sampai disana, rupanya batu Ruby memiliki kelebihan lain disamping keindahan kasat mata semata…
Pada masa lalu Batu Ruby diyakini sebagai alternatif sebagai penawar racun, menghindarkan orang dari wabah penyakit, untuk terhindar dari duka, dan beberapa manfaat lain. Bahkan sebagian orang yakin bahwa Batu Ruby dapat dipakai sebagai perantara akan cita-cita yang diinginkan, meramal atau mendapatkan keberuntungan dalam spekulasi bisnis atau mendapatkan cinta seseorang.
Dari komposisi kimianya, Baru Ruby merupakan suatu variasi merah tua aluminium oksida yang jernih dan bersih, dihargai sebagai batu mulia: juga disebut merah delima murni.Yang sangat berharga untuk aluminium oksida yang alami adalah ruby ( dari bahasa Latin yang berarti Rubrum atau, ‘ merah’). warna suatu ruby sangat bervariasi dari yang merah jambu sampai ke suatu merah yang sangat lembayung RUBY mempunyai warna merah terang anggur bebas dari warna coklat atau warna warna ungu atau warna yang kuat atau terang yang mengingatkan kepada warna darah ataubuah kersen atau buah tomat atau merah delima. Warna merah ini terdiri atas alumunium yang tercampur dengan chrominium (Cr); akan tetapi kalau tercampur dengan sedikit Titanium (Ti) warnanya berubah menjadi biru dan namanya safir, jika tercampur dengan zat besi warnanya berubah menjadi kuning yaitu safir kuning.
Batu Ruby yang paling terkenal didunia adalah dari Birma, yang mana sekarang disebut Myanmar. Dimana ruby dari tambang Myanmar adalah lebih tua dari sejarah yaitu jaman batu. Selain Ruby Birma, dikenal pula Ruby madagaskar, dan Ruby Afrika. Akan tetapi kualitas dan keindahan Ruby yang berasal dari Madagaskar dan Afrika masih dibawah Ruby yang berasal dari Birma. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa harga pasaran untuk Ruby Birma lebih mahal, apalagi Ruby Birma yang memiliki star (ster).
Bagi para pecinta batu, harga batu Ruby untuk pasaran di Jakarta dan martapura sebagai parameter harga, berkisar antara Rp 100.000 sampai puluhan Juta rupiah. Keindahan dan kemewahan batu Ruby tak bisa dipungkiri lagi telah membius banyak kolektor untuk berburu batu ini.
Pemakai batu ruby mempunyai keyakinan batu yang dikenakannya akan memberikan kebahagiaan dan menambah wibawa pada dirinya. “Batu ini tergolong batu yang sangat digemari karena warna merahnya dapat bersinar di tempat gelap dan dapat berpijar jika diterangi sinar ultraviolet.

Zamrud


 

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang Zamrud. Hampir seluruh masyarakat di Indonesia maupun Internasional tak asing lagi dengan yang namanya Zamrud. Zamrud merupakan batu permata atau batu mulia kelas II yang berwarna hijau sampai hijau tua. Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium) dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium. Adanya vanadium dan besi yang menyertai kelumit kromium akan menyebabkan ragam zona pada warna hijau tersebut. Kekerasan zamrud termasuk rapuh (7,5 dalam skala Mohs). Walaupun tergolong rapuh, Zamrud masuk sebagai golongan batu Mulia papan atas karena banyak dicari orang dan harga bisa sangat mahal ketika potongan Zamrud menjadi octogonal atau heart.
Ada beberapa negera penghasil zamrud kualitas tinggi diantaranya : Kolombia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia dan Brasil
Para pemakai batu ini mempunyai keyakinan batu yang dikenakannya akan membawa keberuntungan. Dan tak jarang kita lihat para pebisnis banyak yang memakai Zamrud sebagai batu kesayangan mereka. Batu zamrud sangat berbeda dengan batu mulia lainnya, selain tahan panas juga tidak mudah berubah warna, namun tergolong batu yang mudah pecah (rapuh) dengan skala kekerasan 7,5 Mohs (skala 10).
Batu ini tergolong rapuh dan tidak sekeras Safir atau Ruby yang memiliki tingkat kekerasan hampir 9 Mohs (skala 10). Sehingga harga batu Zamrud dengan bentuk cuting lebih mahal dibanding Zamrud yang diproses dalam bentuk biasa. Warna keindahan Zamrud ini secara sekilas memiliki kemiripan dengan Giok, dan Batu Bacan (berasal dari pulau Bacan-Indonesia Timur) yang memiliki warna dasar hijau. Tapi bila ditelisik lebih jauh akan serat dan pancaran warnanya, Zamrud sangat memiliki keindahan dibanding dengan giok ataupun Batu Bacan (kritokola Bacan)
Membedakan zamrud asli atau sintetis
Berdasarkan pengalaman, tidak mudah untuk memberikan pendapat tentang asli
tidaknya zamrud tersebut. Walaupun demikian, anda bisa memeriksanya dengan 2 metode umum yang paling tidak bisa membantu pembeli/kolektor untuk memeriksanya, yaitu : senter khusus untuk memeriksa batumulia, lensa pembesar minimal 10x. Lensa pembesar bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 75.000 sd Rp 150.000.
Sebelum membeli Zamrud idaman, Cahaya senter diarahkan dari bawah dan juga diperiksa dari atas dengan lensa pembesar. Bila terlihatlihat ada gelembung udara yang bentuknya bundar-bundar seperti bola-bola kecil, maka zamrud Anda jelas tidak asli alias sintetis.. Hanya Anda perlu pengetahuan tentang fluid inclusions yang bentuknya bundar juga (membentuk three-phase inclusions yang sangat umum terdapat di zamrud Columbia ) .
Walaupun pemeriksaan di atas sangat dasar , kalau Anda sudah berpengalaman, maka kesimpulan bisa didapat . Hanya, untuk memastikan, beberapa pemeriksaanlain perlu dilakukan seperti kilap, berat jenis, indek refraksi, warna di bawah filter Chelsea, retakan didalamnya, rataan distribusi warna, kadar mineral, dsb. Mengingat harga zamrud tersebut cukup mahal, ada baiknya kalau anda cermat tidak berspekulasi saat membeli, kalau memungkinkan membawa teman yang berpengalaman saat membeli.

 

Batu Safir…kekerasan dalam kedamaian..


Salah satu Batu Mulia yang dikenal banyak orang adalah Batu Safir atau Shappire. Saking terkenalnya Batu Mulia yang satu ini, pernah kita dengar kata Safir/Saphir sebagai bagian penggalan nama seseorang. Hal ini menandakan Safir bukan hanya sebagai Batu Mulia, tapi menjadi sesuatu yang sangat berharga dimata manusia.
Batu Safir berdasarkan struktur mineralnya adalah bentuk kristal tunggal aluminium oksida, suatu mineral yang dikenal sebagai korundum. Safir dapat ditemukan secara alami sebagai batu permata atau difabrikasi pada boule kristal besar untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah, permukaan jam, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor. Hal ini bisa terjadi karena Batu Safir memiliki kekerasan yang cukup tinggi sebesar 9 skala Mohs (skala 10).
Menurut penelitian , kelompok korundum termasuk aluminium murni. Sejumlah kecil unsur lain seperti besi, titanium, dan kromium memberikan warna biru, kuning, merah muda, ungu, jingga, atau kehijauan terhadap safir. Safir termasuk semua variasi kualitas mineral korundum kecuali yang memiliki warna merah jenuh penuh, yang dikenal sebagai rubi. Sehingga Baru Ruby pun memiliki kekerasan yang hampir sama yaitu sekitar 9 skala Mohs.
Batu Safir yang banyak beredar dipasaran saat inibanyak berasal Birma, Srilangka, Australia, Ceylon, Thailand, Afrika, dan Rusia. Untuk Safir yang berasal dari Indonesia kita kenal Safir dari Pacitan (Jawa Tengah) dan Kalimantan. Struktur mineral dan serat yang mewarnai dari asal batu-batu Safir ini memiliki keunikan dan pancaran cahaya yang masing-masing berbeda, searah dengan sistem kristalnya yang Hexagonal sehingga dapat meramu dan menghasilkan keindahan yang mempesona.
Batu Safir yang terkenal didunia ini hádala Blue Shapire. Kisaran harga Blue Safir juga sangat beragam tergantung kualitas, dan keasliannya. Banyak sekarang Safir yang diaku asli tapi sebenarnya Safir tersebut adalah sintetis. Maklumlah saat ini banyak pedagang yang potong kompas mengambil keuntungan dan memanfaatkan ketidaktahuan pembeli. Safir dipasaran mulai harga Rp 60.000 (sintetis) hingga Jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Saat ini harga tertinggi adalah Safir Rusia yang harga bisa mencapai Rp 50 juta, bahkan lebih. Sedangkan harga Black Shappire (Safir Hitam), Yellow Shappire (Safir Kuning), atau White Shappire (Safir Putih) memiliki harga yang tidak sefantastis Blue Safir.
Keunikan dan keindahan Blue Safir sangat tergantung pada karakteristiknya variasi warna yang bisa berwarna biru, ungu, kuning, oranye, hitam, bening, dan tentu saja struktur kristalnya yang Heksagonal.
Mitos tentang khasiat dan relevansi pada profesi pemakai :
Batu Sapphire diyakini dapat menjernihkan pikiran, meningkatkan kedamaian, yang dimaksud adalah ketentraman dan damai pada batin. Selain itu diyakini dapat membawa kebahagiaan serta meningkatkan motivasi dan orientasi tujuan hidup. Raja-raja mengenakan Sapphire di leher mereka sebagai pertahanan yang kuat terhadap bahaya (tolak bala). Batu ini akan melindungi pemakainya dari rasa sirik dan membuat mereka merasa dekat ke Tuhan.
Batu ini dipercaya dapat membantu seseorang yang merasa tidak memiliki kesempatan untuk tujuan/akhir yang lebih baik. Untuk kesehatan Sapphire dapat meningkatkan kadar potassium, magnesium, calcium dan melepaskan depresi mental. Sedangkan bila dipakai, Batu Safir cocok dipakai oleh Praktisi bidang keilmuan, perdagangan atau bisnis, serta Wirausaha dan eksekutif muda. Karena diyakini pula batu ini memiliki aura yang dapat mengembangkan daya pikir, menumbuhkan inspirasi, serta optimisme pada harapan baru. Tapi ada satu hal yang membuat banyak orang jatuh cinta pada mitos batu safir adalah sebagai MEMBAWA PADA KEKEKALAN ASMARA…. So let’s to find out about Sapphire……

Tiger’s/Cat Eye

 

Selama dalam perjalanan mengenal bebatuan, ya batu Mulia ataupun batu Akik, mungkin kita pernah mendengar batu Akik yang namanya Tiger’s eye. Disebut Tiger’s eye, karena corak batu yang mirip dengan mata macan. Hal ini mengingatkan kita pada batu Mulia yang disebut dengan Cat’s eye (mata kucing) karena kemiripan kilaunya mata kucing dimalam hari. Tiger’s eye merupakan quartz dengan corak-corak yang berbelang-belang.Warna ini memberikan warna dan corak yang menarik pada batuan quartz ini.. Tiger’s eye mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs, dan menampilkan ciri-ciri “chatoyancy” (cat’s eye). Atau sederhananya adalah Tiger’s eye adalah batuan dengan kilauan cahaya yang kelihatan seperti mata macan apabila dipotong dan digosok.
Dipasaran, Tiger’s eye biasanya memiliki berwarna kuning bersama warna hitam dengan campuran warna coklat serta oren. Selain itu, terdapat juga warna lain seperti biru yang dikenali sebagai hawk’s eye, merah yang dikenali sebagai bull’s eye, dan pietersite (gabungan hawk’s eye, bull’s eye, dan tiger’s eye). Dari segi nilai, hawk’s eye lebih bernilai diikuti bull’s eye dan tiger’s eye. Pietersite juga mempunyai nilai yang tinggi kerana sangat jarang dijumpai. Harga Tiger’s eye tidak semahal Cat’s eye. Kisaran sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,- tapi harga ini tidak mengikat, karena penulis bisa mendapatkan harga dibawah Rp 200.000,- saat berburu batu ini. Menurut info, Tiger’s eye mempunyai beberapa nama, yaitu Yellow tiger’s eye yang memiliki warna kuning, red tiger’s eye yang memiliki warna merah (atau bull’s eye), dan blue tiger’s eye yang memiliki warna biru (hawk’s eye). Selain itu, bull’s eye juga memiliki warna mahogany (warna coklat kemerahan) dan sebagian orang menyebut dengan nama ox’s eye. Beberapa gemologist memberi nama yang berbeda untuk Tiger’s eye ini. Tiger’s eye dikenali sebagai Crocidolite, Pseudocrocidolite, atau Griqualandite (merujuk kepada garisan warna kuning pada batuan quartz tiger’s eye yang dijumpai di Griquatown, Afrika Selatan), bull’s eye sebagai Binghamite (Cuyunite), dan hawk’s eye dikenali sebagai Rodusite (Russia). Di Australia terdapat Tiger iron - satu nama bagi tiger’s eye yang berasal dari batuan quartz, jasper merah dan hematite, dengan struktur microcrystalline (kristal yang bersifat halus). Tiger iron dijumpai di dalam bijih besi dekat Port Hedland, Barat Australia yang mempunyai gabungan warna kuning, hitam, coklat, merah dan dengan sedikit warna kehijauan. Bagi sesetengah orang pula Wolf’s-eye merupakan gabungan tiger’s eye dan hawk’s eye (warna kuning, biru, dan hitam). Seperti yang dinyatakan diatas pietersite pula merupakan gabungan ketiga-tiga jenis batu; hawk’s eye, bull’s eye, dan tiger’s eye. Falcon’s eye yang dipanggil di Jerman pula merujuk kepada hawk’s eye. Di China, Golden Chinese tiger’s eye merujuk kepada tiger’s eye (warna kuning).
Batu Tiger’s eye dan familynya banyak dijumpai di Australia, Afrika Selatan, India, Myanmar, Sri Lanka, Brazil, dan California. Pietersite, dijumpai di Namibia dan Daerah Hunan, China. Deposit baru tiger’s eye dijumpai di Arizona dengan warna yang menarik dan ciri-ciri fisikal yang translucent (separa transparent). Para penggemar batu harap berhati-hati karena Tiger’s eye juga dibuat sintetis alias immitation (tiruan) yang kebanyakannya dari China. Begitu juga beberapa jenis batuan quartz yang mempunyai cathoyancy (cat’s eye) yang dihasilkan daripada kaca untuk dibuat bebola kristal dengan pelbagai warna seperti hijau, biru, merah, kuning dan sebagainya. Forsterite (Mg-olivine) - sejenis produk sintetik olivine dipasarkan dengan nama “rodusite”. “Harlequin stone” adalah nama “bagi produk tiruan dengan warna crocidolite.” Selain itu, terdapat juga proses melunturkan warna tiger’s eye dan hawk’s eye ke dalam acid bagi membentuk grey tiger’s eye yang berwarna kelabu. Biasanya acid hidroklorik atau asid ozalic digunakan. Mungkin kita tidak mengetahui terdapat beberapa jenis tiger’s eye yang tidak dipasarkan dengan nama tiger’s eye. Carlifornia Tiger’s eye yang mempunyai warna biru kelabu mempunyai cathoyancy yang terhasil daripada silika digelar Placer Country Tiger’s eye. Batu ini mempunyai kandungan fiber tremolite yang besar. Walaupun begitu, batu ini lebih menyerupai silk-stone dan tidak dipanggil tiger’s eye dalam pasaran. Bagi anda para penggemar bebatuan, tak ada salahnya bila melengkapi koleksi keindahan batu anda dengan menyelipkan 1 Tiger’s eye dalam kotak koleksi anda…


 TOPAZ


Deretan Batu Mulia yang masuk dalam kategori papan atas adalah Topaz. Kita banyak mengenal Topaz dengan warna pucat, kuning, biru, bahkan yang langka adalah yang berwarna merah jambu (rose muda). Tapi karena kemiripan dengan Aquamarine, sehingga sulit dengan metode biasa untuk membedakan mana Topaz, mana Aquamarine. Atau bisa juga mirip citrin. Bahkan teknologi yang dapat membuat Topaz sintetis makin berkembang, sehingga makin sulitlah orang mendapatkan batu mulia yang bernama Topaz ini. Takdir menggariskan bahwa Batu Topaz terdiri dari gugusan silikon yang mengandungi gabungan alumunium bersama dengan fluorine dan hidroxil. Asal muasal disebut Topaz berasal dari nama kepulauan Topazos yang terletak di Laut Merah. Selain Lapiz Lazuli, Topaz sudah dikenal sejak jaman Mesir Kuno. Pada zaman dahulu, ukiran burung helang di batu topaz digunakan untuk menyatakan niat baik dari seorang raja, ratu dan hartawan. Orang Yunani mempercayai topaz memberikan kekuatan dari sisi penglihatan, baik penglihatan batin maupun fisik.
Keindahan Batu Topaz biasanya ditemui dalam bentuk kristal yang mempunyai kilauan prismatik dan memantulkan uraian cahaya yang melalui permata ini. Topaz biasanya ditemui dalam warna putih, kuning, dan biru. Selain itu, terdapat juga topaz yang berwarna keemasan, coklat, biru dan yang paling jarang ditemui berwarna merah jambu dan merah. Dari sisi kekerasan yang dimiliki, Topaz mempunyai kekerasan 7,5 - 8 pada skala Mohs, jadi Topaz ini sebenarnya masuk antara kategori permata kelas I dan kategori permata kelas II. Topaz merupakan batu permata yang mempunyai intrusion seperti batu granit. Mineral topaz ini dikenali secara saintifik berasal dari batuan dari Saxony (German). Dilihat dari asalnya, Topaz banyak ditemui di Brazil, Amerika Serikat, Sri Lanka, Siberia, Nigeria, Brazil, Nigeria, Mexico dan Zaire sedangkan Topaz kuning biasa ditemui di Brazil, Jepang, Sri Lanka, dan Burma, Walaupun di Kalimantan pernah di klaim ada topas dari Kalimantan, tapi perlu di telusuri lebih jauh kebenarannya. Untuk Uni Soviet bisa dijumpai Topaz Merah Jambu disana. Batu Topaz yang tidak berwarna (lutsinar) banyak dijumpai di Brazil, German (Saxony), Nigeria, Zaire, dan Namibia. Topaz yang tidak berwarna ini memiliki warna yang agak pucat dan tidak banyak memancarkan cahaya. Topaz ini lebih mudah didapat, kalau di pasaran Indonesia bisa sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,-.Walaupun mudah didapati dan tidak mendapat pasaran yang baik, dengan potongan yang menarik, topaz lutsinar ini dapat menghasilkan kilauan luster seperti diamond.
Batu Topaz yang biasa dijumpai dipasaran adalah yang berwarna kuning, dan orang banyak menyebut sebagai sherry topaz, golden topaz, atau Topaz kuning. Topaz ini biasa dipotong dalam bentuk oval atau pear. Batu Topaz yang berwarna kuning sangat mirip sekali dengan citrine. Sehingga perlu kejelian dan pengalaman bahkan kejujuran dari si penjual untuk mengatakan, ini topaz dan ini citrine. Tapi jelas ada perbedaan bagi yang paham, bahwa Topaz kuning ini mempunyai luster yang lebih kelihatan berbanding citrine dan Topaz mempunyai kepadatan yang lebih besar dibanding citrine. Untuk Topaz kuning yang satu ini peminat bisa merogoh paling tidak diatas 1 juta sampai puluhan juta untuk mendapatkan Topaz kuning yang asli dan berkualitas. Batu Topaz yang berwarna merah jambu (rose) merupakan topaz langka dan memiliki harga paling mahal. Pemotongan topaz ini biasanya dalam bentuk pear dan terdapat juga yang dipotong dalam bentuk “step cut” atau cutting. Topaz berwarna merah jambu mempunyai kepadatan yang lebih tinggi berbanding kunzite, morganite, dan tourmaline serta mempunyai inclusion yang sangat menarik sekaligus indah.
Selain berbicara warna kuning dan merah jambu, dijumpai juga Topaz yang berwarna biru, dan mempunyai varieti warna dari biru awan hingga ke biru jernih menuju transparan. Topaz berwarna biru mempunyai warna mirip sekali dengan aquamarine hanya bedanya adalah cahaya biru laut tidak muncul seperti pada aquamarine. Negara yang banyak terdapat Blue Topaz adalah di Brazil, Nigeria, dan Mexico.
Anugerah Illahi dari sebuah Batu Topaz
Batu Topaz dipercaya masyarakat bahwa pemakainya dapat menolak bahaya (Tolak Baya), membantu mengatasi emosi negatif dan melindungi terhadap tekanan psikologi lawan. Sifat alam yang membawa keunikan batu topaz adalah bila digosok dengan keras dapat mengeluarkan api, dan daya listrik. Selain itu Batu Topaz diyakini dapat digunakan untuk menambah kekuatan, mencegah terjadinya penyakit ginjal dan kandung kemih (infeksi maupun lemah). Sedangkan untuk Topaz Biru, dapat menenangkan, memberi inspirasi dan menaikkan mood , berhubungan dengan dunia para malaikat dan peradaban kuno, batu ini dapat mengurangi gangguan tenggorokan, panas dalam, membantu komunikasi dan berekspresi bagi para seniman, menyejukkan seluruh tubuh dan mengurangi stress, serta memberikan perlindungan dari energy negatif, disamping menyembuhkan luka dan penderitaan emosional, memacu komunikasi verbal yang efektif dan jujur, mengurangi rasa sakit (khususnya para penderita sinusitis), dan merupakan penyembuh ampuh , bagus untuk paru-paru, tenggorokan, kelenjar thyroid, kelenjar thymus, dan organ jantung. Bagi anda para peminat Batu Topaz, perlu disiapkan uang lebih untuk mendapatkan batu idaman ini. Hanya saja jangan sampai salah dalam memilih…antara citrin atau topaz, topaz atau aquamarine…

Fosil Kayu…keindahan keabadian pra sejarah



Mungkin pernah kita dengar kita tentang Batu Akik yang terbuat dari fosil yang sebenarnya dimaksud adalah Fosil Kayu. Didunia perbatuan, yang dimaksud Fosil Kayu adalah Kayu yang membatu dimana semua bahan organiknya telah digantikan oleh mineral (biasanya sejenis silikat, seperti quartz), dengan struktur kayu tetap terjaga.
Proses fosil terjadi di bawah tanah, ketika kayu terkubur di bawah lapisan sedimen. Air yang banyak mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel tanaman dan sementara lignin dan selulosa membusuk, mereka digantikan oleh batu. Hal ini bisa terjadi setelah bertahun-tahun terpendam bahkan setelah diteliti, terpendam selama Jutaan tahun. Artinya kayu tersebut telah ada sebelum manusia hadir di bumi ini, dan mungkin juga dengan jaman yang di sebut PRA SEJARAH.
<>Di dunia ini terdapat hutan fosil kayu terbesar di dunia yaitu di Lesvos adalah hutan fosil kayu yang telah membatu. Hutan ini terletak di pulau Lesvos di Yunani. Yang kedua terbesar adalah Taman Nasional Hutan Fosil Kayu di Arizona. Hutan fosil kayu di Lesvos terbentuk dari fosil tumbuhan yang dapat ditemukan di bagian barat pulau tersebut.
Di Indonesia, banyak juga terdapat fosil kayu seagai harta terpendam yang masih banyak belum di gali. Karakteristik unik, keras, dingin, bercahaya,warna-warni dan berusia jutaan tahun. Itulah bebatuan yang terlihat di Sukaraja, Sukabumi. Ada yang percaya batuan itu punya khasiat, misalnya memberi wibawa, menarik rejeki dan menyembuhkan sakit gigi. Bisa ditebus dengan harga mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 100 juta. Sebenarnya Indonesia adalah surga bagi para pecinta batu. Beberapa belahan nusantara tersebar lempengan lapisan tanah yang diyakini terpendam fosil kayu yang berusia jutaan tahun. Salah satu contoh adlah bila anda ingin menikmati keindahannya, rasanya Desa Sukaraja di Sukabumi ini layak dikunjungi. Di sepanjang jalan raya Sukabumi-Cianjur, tepatnya di sekitar kilometer 5, terdapat beberapa art shop yang mengasah sekaligus memasarkan batu-batu mulia.
<>Umur Fosil-fosil kayu sangat mempengaruhi warna karena adanya proses tekanan dan pergesekan dengan kulit bumi selama bertahun-tahun. Menurut info, yang berwarna alam seperti coklat, hitam, atau putih telah berumur sedikitnya 25 juta tahun. Panjangnya ada yang mencapai 6 meter dengan diameter berlebar 1 meter. Beratnya, untuk panjang 5 meter dan diameter setengah meter, beratnya bisa mencapai 5 ton. Hal ini disebabkan struktur mineral yang sudah total menggantikan struktur organik kayu tersebut.
Fosil Kayu sebagai harta alam
Tak banyak kalangan yang paham dengan Fosil Kayu terkait dengan ”nilai”nya. Bila ditelisik lebih jauh, selain sebagai komoditas, sebenarnya Fosil Kayu memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Bagaimana bisa kita membayangkan sebuah tanaman yang sudah hidup jutaan tahun yang lalu. Karena Fosil kayu adalah sisa pohon dari zaman purba yang masih bisa dijumpai pada masa kini dalam bentuk kayu yang membatu.
Nasib fosil kayu Amerika mungkin lebih baik dibanding Indonesia. Di Amerika dipandang sebagai asset, sedangkan di Indonesia nasib fosil kayu masih dipandang sebelah sudut mata. Sudah bisa dimaklumi bahwa bagi pakar palaentologi atau peneliti tentunya barang ini komoditas ilmu yang berharga. Namun bagi orang awam bisa macam-macam interpretasinya. Mungkin ini yang menyebabkan lain fosil kayu di Indonesia tidak begitu menjadi perhatian, lain lagi di Amerika yang disayang-sayang.
Di Amerika fosil kayu bisa dijumpai dalam suatu kawasan yang luas dan dalam jumlah banyak. Tak terbayang tebaran fosil kayu dengan aneka warna, pastilah indah.
Boleh dikata bahwa itu adalah fosil hutan, bukan lagi sekadar batang kayu saja. Begitu pulalah kawasan itu dinamakan Petrified Forest National Park di Arizona, Amerika Serikat. Petrified wood atau fosil kayu termasuk barang langka. Beberapa kawasan di Amerika Serikat dinyatakan tertutup untuk mencegah fosil kayu dibawa untuk suvenir. Bahkan ketika dahulu kawasan bekas hutan purba itu masih terbuka, menjadi surga bagi penggemar untuk mengambilnya.
Fosil Kayu di Indonesia barang langka ini hanya bertumpuk di penjual batu hiasan taman. Dari batang besar dipecah menjadi bongkah kecil untuk sekadar disusun jadi tembok hiasan di taman rumah perorangan. Harga pasaran pun di Indonesia sangat miring, kira2 Rp 25.000/kg.
Lokasi Fosil Kayu
Lokasi-lokasi fosil kayu banyak terdapat dibeberapa titik di jawa barat, yaitu didaerah banten, sukabumi, dan tasikmalaya. Selain itu terdapat juga di Banjarnegara dan tentu saja yang sekarang masih menjadi kawasan hutan Indonesia, yakni Kalimantan.
Sayangnya di Indonesia tidak ada kawasan yang merupakan hutan fosil kayu. Hingga di sini tidak ada cagar fosil kayu, walau fosil kayu sendiri sudah dilindungi. Seperti yang telah dibahas pada episode Batu Mulia sebagai komoditas ekonomi bangsa (bagian-II), sebenarnya Fosil Kayu ini termasuk potensi alam terpendam selain batu mulia, emas, dan tambang lain yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai roda penyangga perekonomian negara ini.
<>Fosil kayu di Indonesia menurut info berasal dari masa Miosen sampai Pliocene, yakni sekitar 25 juta sampai 2 juta tahun SM. Setiap periode punya ciri-cirinya tersendiri.
Ciri untuk menemukan petrified wood adalah ditemukannya produk gunung api tersier, maka fosil kayu akan ditemukan bergelimpangan di sana. Menurut pengamatannya, surga fosil kayu sementara ini masih di Jawa Barat bagian selatan, Banten Selatan, Jambi dan Kalimantan Timur. Daerah lain mungkin saja ada, namun belum terinventarisasi.
Ada klasifikasi dalam fosil kayu ini. Tergantung pada jenis pohon apa dia terbentuk, bagaimana proses geologinya, dan apa mineral pengisinya. Dan tak kalah penting soal warna. Petrified wood yang bermutu adalah yang memiliki gem quality dan berkilap seperti kaca setelah diproses dengan lapidary tools. ”Dia tidak memerlukan perawatan khusus. Hanya kadang-kadang dibersihkan dan diberi tatakan yang indah,” tuturnya lagi.
Jika pemula ingin menekuni hobi ini, sarannya, mulailah mengumpulkan fosil kayu menurut variasi dari kayu atau pohonnya. Misalnya tekstur kulit dan lingkaran tahun (kambiun).
Langkah berikut barulah ke mutu dan warna. Jika masih penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh tentang petrified wood, datanglah ke MBI di Bandung. Di situ tersimpan koleksi terlengkap fosil kayu di Indonesia dari ukuran gram sampai ber ton-ton.
Tinggal nasib baik agar kita dapat menemukan kawasan luas fosil kayu sisa hutan purbakala. Jika terjadi maka boleh jadi pemerintah bakal ikut sadar dan mencagarkan kawasan angan-angan ini. Dan sebenarnya bukan hanya cagar, tapi bisa jadi harta tambang yang dapat dikembangkan menjadi komoditas ekonomi Indonesia….
Fosil Kayu sebagai Koleksi
<>Keberadaan Fosil kayu memang sudah lama didengar diburu orang untuk dijadikan koleksi karena tampilannya yang khas dan unik. Karena bisa dalam satu fosil warnanya beragam, jadilah kini benda itu menjadi benda eksklusif yang layak dikoleksi oleh penggemar fosil kayu.
Fosil kayu mempunyai ciri-ciri seperti kayu pada umumnya makanya mudah diidentifikasi secara kasat mata. Jika dilihat dengan mikroskop, struktur sel-selnya pun mirip sel kayu hidup. Hanya materialnya sudah tergantikan dengan mineral alam dan bukan lagi organik nabati.
Proses terbentuknya fosil kayu terjadi karena permineralization kayu secara kimiawi dan fisika lewat proses waktu yang maha panjang dan selama jutaan tahun.
Untuk di Indonesia, penggemar yang secara khusus mengoleksi fosil kayu belumlah banyak. Dan banyak mitos untuk mengambil fosil batu di Indonesia tidaklah mudah karena harus berperang dengan “penunggu” fosil kayu tersebut, yang dipercaya sebagai makhluk halus. Di luar negeri, mereka mempunyai komunitas sendiri untuk saling bertukar informasi atau menjadikannya sebagai ladang bisnis tersendiri. Sebab, benda ini berharga sekali apalagi jika memiliki karakter khas yang langka. Kapan kegemaran ini mulai dikenal di Indonesia tak ada yang bisa memastikan. Mungkin karena bentuknya yang mirip gelondongan kayu, orang jadi acuh tak acuh. Maklumlah, kepulauan khatulistiwa ini kan gudang kayu gelondongan.
Padahal sebetulnya fosil kayu yang bagus dan langka juga banyak. ”Dia tak kelihatan cantik karena sisi yang memperlihatkan lingkaran kambiun tidak dipoles sehingga warnanya tidak keluar. Tapi yang utama kekurangpopulerannya karena kurang publikasi.
Sumber peta : Sujatmiko

Batu Lapis Lazuli…permata 6500 tahun lalu…

 

Batu Lapis Lazuli sering hanya disebut sebagai Batu Lapis. Jadi bila kita bicara tentang batu lapis, pikiran orang sudah terbayang pada batu yang berwarna biru benhur itu. Batu ini termasuk batu Semi Mulia dengan keunikan pada warna birunya.
Lapis Lazuli ditemukan di daerah Afghanistan dan diperkirakan sudah bebatuan ini telah ditambang selama 6.500 tahun (th 4000 SM), hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai macam perhiasan kuno pada jaman Pra-Dinasty di Mesir.
Komponen utama dari Lapis adalah disebut Lazurite (antara 25% sampai 40%), komposisinya terdiri dari sodium, aluminium, silicon, oxygen, sulfur, and chloride.
Pada masa keemasannya (4000 th lalu), Lapis lazuli banyak di gunakan dalam barang-barang perhiasan, ukiran, kotak, mosaik, hiasan dan jambangan, sedangkan pada sisi arsitektur sudah dipakai untuk lapisan tembok tembok dan gumpalan istana dan gereja. Sebelum bahan kimia untuk campuran cat masuk, Lapis biasa diolah dan digunakan untuk campuran cat yang berwarna biru.
Walaupun tergolong semi Batu Mulia, Lapis lazuli ini mempunyai kualitas sebanding dng jet, pirus, dan opal. Lapis lazuli ialah permata yang pernah diceritakan dalam “Hikayat Seribu Satu Malam” (Arabian Night) yang digambarkan sebagai batu permata dengan warna biru pekat dengan kilauan keemasan seperti bintang. Kilauan ini disebabkan oleh inclusion dari mineral pyrite (ferum sulfit).
Menurut penelitian, Lapis lazuli merupakan salah satu batu permata paling awal yang dipakai oleh manusia. Ahli arkeologi pernah menemui perhiasan seperti rantai, loket dan gelang serta kerajinan tangan yang diperbuat dari batu ini. Hal ini jaman dulu banyak dipakai di Mesopotamia, Mesir, Persia, dan Roma sebagai tanda bahwa batu ini sebagai batu permata yang cukup istimewa. Lapis lazuli yang terbaik didapati di Afghanistan, selain itu ada juga di Chile, Siberia, Burma, Pakistan, Angola, dan Kanada.
Terkait dengan khasiat batu Lapis Lazuli itu sendiri, bahwa diyakini Batu ini Lapis Lazuli dapat memacu perkembangan spiritual, meningkatkan kesadaran dan kejujuran diri, menambah daya tarik pada pemakai, memberikan aura optimisme, bagus untuk meditasi (letakkan pada mata ketiga atau di atas chakra mahkota ), mengatasi gangguan pada leher, pita suara dan tenggorokan, serta menurunkan tekanan darah. Kisaran harga yang dijual di Indonesia tidak begitu mahal, sekitar puluhan sampai ratusan ribu saja tergantung pada kualitas warna yang dihasilkan. Para pembaca tak perlu repot mencari, cukup kinjungi outlet-outlet di Pasar Rawa Bening Jakarta Timur, atau PGC Jatinegara Jakarta Timur.
Pembicaraan seputar Mani Gajah biasanya terjadi diseputar pembicaraan tentang benda-benda yang diyakini memiliki khasiat, mitos tuah dan memiliki kekuatan supra natural, seperti Bulu Perindu, Jenglot, Kantung Macan, dan beratus benda-benda lain yang memiliki nama sebutan agak aneh dikancah masyarakat peminat supranatural. Terkait Mani Gajah ini, biasanya yang dibahas adalah minyaknya (minyak mani gajah), dan Batu Akik Mani Gajah itu sendiri yang memiliki khasiat dalam menarik lawan jenis, kemudahan rejeki, dan lain sebagainya…


Cerita Legenda Asal Mani Gajah (MG) :
Asal Muasal Batu Akik sudah banyak dibahas, bahwa Mani Gajah ini berasal dari wilayah Sumatra dimana disanalah tinggal Suku Anak Dalam (Suku Kubu) yang tinggal masih dalam satu wilayah dengan habitat hidup gajah. Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi.
Legenda ini berawal dari konon ceritanya ada seekor gajah sebagai raja di habitat gajah tersebut .Suku anak dalam (Kubu) menyebutnya dengan nama GAJAH TUNGGAL, karena gajah tersebut lebih suka menyendiri.
Masa perkawinan gajah tersebut dating saat bulan purnama tiba. Saat Bulan Purnama berkumpulah para betina, dan terjadilah perkawinan antara Raja Gajah tersebut dengan para betina tersebut. Rupanya kebiasaan masa kawin raja gajah ini selalu diamati oleh Suku Anak Dalam. Ada kebiasaan si Raja Gajah adalah, setelah perkawinan terjadi biasanya dia akan memeriksa sisa-sisa sperma yang berceceran dan jatuh ke tanah. Bila kedapatan dia segera menguburnya dengan teliti dan setelah yakin bersih dia akan pergi bersama rombongannya. Saat rombongan Gajah itu pergi segeralah organg-orang yang mengintip tadi berlari dan memberi tanda pada tempat dimana sang gajah mengubur mani/sperma nya itu. Mereka yg berhasil menggali kembali kuburan mani gajah itu biasanya akan mendapatkan Mani Gajah yg Sudah Mengkristal lembut, dan semakin lama, semakin mengeras menjadi batu.Yang mengeras inilah yang akhirnya diolah bisa menjadi batu Akik yang disebut Mani Gajah (MG), ada juga untuk minyak pelet Mani Gajah.
Menurut infonya khasiatnya adalah Membantu kelancaran dalam berdagang/ jualan supaya menarik langganan dan menambah laris, untuk profesi supir, menarik penumpang, dan supaya tetap dipakai langganan sama penumpangnya, bila pakai pegawai kantor supaya tetap dipercaya sama atasannya, dan untuk menarik rasa cinta kepada perempuan, atau dalam pergaulan sehari-hari. Dan beberapa orang menyebut mani gajah bisa sebagai obat terutama untuk kejantanan. Ada juga yang mengaitkan pada hal-hal gaib misal untuk mengakurkan suami-istri yang sedang cekcok ataupun pelarisan. Kristal mani gajah yang dikelola secara khusus dapat digunakan sebagai media bantu menambah daya pengasih.
Termaktub didalam buku hakekat akal Jasmani dan Rohani, Azhari, Azizi Samudra dan Setia Budi diterapkan bahwa Materi dan system tubuh hewan juga bertasbih kepada Allah SWT. Pada al-quran dijelaskan bahwa semua yang dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah, juga termasuk struktur tubuh… mengikuti sunahtullah.
Teori atau paham dinamisme menyebutkan bahwa, segala sesuatu di alam ini memiliki kekuatan yang dianggap sebagai magis (kekuatan gaib). Magis dapat mempengaruhi manusia maupun mahluk hidup selain manusia. Dan hal-hal yang gaib adalah bagian dari sunatullah, (hukum alam ciptaan Alah SWT). Padahal gaib itu adalah ilmiah dan nyata…
Definisi umum menjelaskan bahwa gaib adalah sesuatu yang tersembunyi atau tidak dapat dilihat oleh panca indra lahiriah. Orang yang dapat melihat sesuatu seperti atom atau virus, dia melihat fakta, pandanganya sampai pada dimensi tersebut (ibid 60-63). Adanya semacam aura, energi hawa dingin dalam kristal mani gajah, termasuk hal yang gaib. Bagi mereka yang tembus pandang atau indra keenamnya berfungsi dengan baik, akan dapat melihat melalui ilmunya akan adanya cahaya kekuningan dan hijau yang keluar melalui kristal mani gajah. Hawa aura dingin ini selalu mencari atau menyerap hawa panas yang muncul dari emosi seseorang. Sifat alami dari hawa dingin kristal mani gajah inilah yang selanjutnya diolah untuk media atau sarana menyerap emosi. Orang yang diliputi hawa nafsu asmara cendrung memancarkan atau mengeluarakan hawa panas. Nah ketika ada orang yang membawa kristal mani gajah yang berhawa dingin maka emosinya akan tertuju ke orang yang membawa kristal mani gajah. Begitu juga dengan orang yang mempunyai keinginan memiliki materi, nafsu kebendaan misalnya ingin membeli sesuatu seperti handphone, rumah, pakaian bagus. Pada saat keinginan memiliki atau membeli materi itu menguat, sebenarnya dalam jiwa orang tersebut sedang dipenuhi hasrat emosi untuk memiliki atau menguasai sesuatu. Pancaran niat menguasai benda ini dapat diserap dengan bantuan media kristal mani gajah.
Dengan memasang media kristal atau mani gajah ditempat usaha, secara lembut sebenarnya seorang pedagang sedang menggiring orang tersebut untuk berbelanja ketoko atau warung nya. Proses itu sendiri tentunya berjalan sangat halus, dimana aura dingin mani atau kristal mani gajah atau menaklukan hawa panas secara menyerap emosi kebendaan yang dimiliki orang. Nah apa salahnya ternyata tempat usaha anda sedang macet, supaya dapat berkembang menghasilkan keuntungan untuk mencoba alternatif memasang kristal mani gajah.

Keaslian Mani Gajah
Ada beberapa proses yang dilakukan untuk pembuktian kristal mani gajah yang mengandung daya magis dapat dibuktikan dengan cara menimbunnya dalam tanah, lalu sebarkan beras diatasnya bila berasnya habis dimakan ayam dan ayam itu terus mencakar-cakar tanah nya. Ini bertanda mani gajah tersebut memiliki kekuatan magis untuk pelet dan pelaris dagangan. Selain cara diatas untuk menguji keaslian mani gajah dapat dilakukuan dengan cara lain yakni dengan merasakan getaran magis dari mani gajah. Cara ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mempunyai kepekaan batin. Jadi…bagimana dengan anda..berminat dengan Akik Mani Gajah? Silahkan berburu….(dikumpulkan dari berbagai sumber. sumber foto MG : pribadi)

 

 Batu Wulung…si hitam yang bertuah…



Mungkin pembaca pernah mendengar tentang Batu berwarna hitam yang biasa disebut Batu Wulung atau Badar Wulung. Istilah Wulung (Hitam) banyak dipakai di dunia per-pusakaan, seperti bamboo wulung, dan kecubung wulung. Tapi berbeda dengan Batu Wulung. Batu ini bila dilihat secara fisik memang tidak memiliki keindahan, dibanding kalo kita berbicara tentang Batu Mulia/Batu Permata, karena hanya berbentuk batu berwarna hitam gitu aja….
Tapi disisi lain, Batu Wulung diyakini sebagian masyarakat memiliki kelebihan secara mistis seperti pusaka/mustika lainnya. Batu Wulung atau Badar Wulung banyak berasal dari jawa barat, struktur mineralnya tidak ada yang istimewa dan tidak banyak diulas, karena masyarakat tidak begitu mempermasalahkan tentang struktur batuan seperti yang dimiliki batu Mulia. Ciri dari batu ini adalah berbahan dari wulung atau orang jawa barat (Indonesia) bilang cangkaleng yang tidak jadi berbuah. berwarna hitam pekat namun tidak mengkilat. Bentuk cenderung Bulat dan keras seperti batu kali biasa. Adapun datangnya Batu Wulung tersebut umumnya dari warisan, pemberian dari rekan, atau melalui prosesi sehingga batu tersebut keluar dari dalam tanah (”di sedot” atau ”ditarik”).
Kecenderungan pembicaraan masyarakat tentang batu ini hanya seputar misteri mistis yang diyakini sebagian masyarakat memiliki khasiat : Memikat hati wanita atau pria supaya cinta pada yang dituju, menangkis atau menolak atau santet, menambah kewibawaan pada pemilik, membuat pimpinan supaya lebih saying, memudahkan segala urusan, dan bisa juga sebagai anti cukur bahkan anti tembak. Tapi informasi ini pun juga masih perlu proses untuk benar tidaknya.
Harga Batu Wulung yang diyakini ampuh khasiatnya pun tidak sebanding dengan bentuknya. Karena ada Batu Wulung dengan harga diatas 100 Juta, yang tentu saja menggiurkan dan tidak selaras dengan bentuk serta keindahan batu tersebut. Untuk memastikan khasiat Batu Wulung yang juga diyakini untuk kekebalan tahan bacok itu tentu saja memerlukan sederatan proses pengetesan yang sifatnya sangat subyektif. Maksudnya pada saat dilakukan pengetesan disatu tempat dengan tempat yang lain belum tentu hasilnya sama. Karena ini berkaitan dengan khodam si penunggu batu tersebut. Khodam adalah penunggu dari batu tersebut yang membuat batu tersebut memiliki khasiat sehingga bisa disebut sebagai pusaka, dan tentu hal ini sudah bukan hal yang asing bagi kolektor pusaka atau benda-benda bertuah lain. Kembali kepada anda sebagai pembaca, apakah yakin benar dengan fakta tentang batu ini atau hanya sebagai pengetahuan saja. Yang hakiki adalah yakin bahwa Allah SWT adalah Maha Pencipta, dan hanya kepadaNyalah kita memohon...
sumber :  http://smbjagasatru.blogspot.com/2012/10/mengenal-batu-permata.html

0 komentar:

Poskan Komentar

suka suka kamu GAN © 2008 Template by:
SkinCorner